• Halaman

  • Arsipku

  • Kategori

  • Statistik

    • 64,332 Jumlah Pengunjung
  • RSS Trauma

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Flickr Ku

    More Photos
  • IT

  • Meta

  • Komentar Anda

Layout Fisik Kamar Operasi

Efisiensi penggunaan fasilitas fisik merupakan hal yang penting dalam suatu kamar operasi. Perancangan dari lingkungan fisik kamar operasi akan memberikan tantangan untuk tim perancang supaya optimal dalam melakukan efisiensi dengan membuat lalu-lintas yang realistis dan pola alur kerja bagi pasien, pengunjung, petugas, dan gudang/persediaan. Perencanaan sebaiknya juga membuat keluwesan/kesesuaian  sehingga dapat mengikuti perkembangan ke masa depan dan sebaiknya mengatur/membatasi supaya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sehingga aman bagi  lingkungan. Arsitektur harus berunding dengan ahli bedah, perawat kamar operasi, dan bagian administrasi pelayanan personalia kamar operasi sebelum menentukan alokasi ruangan.

Perencanaan Pembuatan atau Pemugaran dan Tim Desain

Perencanaan dan desain lingkungan kamar operasi lingkungan memerlukan tim multidisiplin, yang mungkin meliputi :

      Jajaran direksi RS

      Bidang keperawatan

      Dokter-dokter (ahli bedah, staf anestesi)

      Perawat kamar operasi senior

      Manajer proyek (mungkin dirumah bagian personalia atau Konsultan)

·      Teknologi informasi

·      Petugas bagian komunikasi (seperti : telepon, interkom, tim gawat darurat)

·      Petugas bagian pendukung (seperti, laboratorium, radiologi)

·      Tim INOS

·      Arsitek

·      Dekorasi interior

Tak satupun pembuatan khusus atau rencana renovasi/pemugaran sesuai untuk semua rumah sakit. Masing-masing secara individu merancang/mendesain untuk memenuhi kebutuhan khusus yaitu  proyek. Jumlah kamar operasi yang diperlukan, ruang gudang/penyimpanan, dan ruang perawatan pasien pasca operatif memerlukan sebagai berikut :

·      Jumlah, macam, dan lamanya tindakan/prosedur operasi yang diperlukan

·       Jenis dan macam staf ahli dan perlengkapannya masing-masing SMF

·      Perbandingan tindakan operasi pasien elektif dan tindakan operasi pasien keadaan darurat terhadap pasien rawat jalan dan tindakan minimal invasive surgery (pembedahan minimal invasive).

·       Kebijakan penjadwalan yang berhubungan dengan jumlah jam perhari, per-minggu yang sesuai yang akan digunakan dan kebutuhan SDM yang diperlukan.

·       Sistem dan prosedur yang digunakan untuk jalur pasien yang efisien, personalia, dan penyimpanan atau gudang

·       Pertimbangan perubahan volume dan kebutuhan/kemampuan perluasan untuk masa yang akan datang

·       Teknologi yang akan diterapkan dan rencana teknologi mungkin untuk akan dikembangkan

·        Kemanan petugas, pasien, dan petugas lain selama pembuatan atau renovasi.

 

Prinsip Perencanaan Pembuatan atau Perencanaan Pemugaran

Masalah yang umum adalah pengendalianatau kontrol lingkungan untuk mencegah luka infeksi yang dipengaruhi oleh desain kamar operasi dan perencanaan untuk pembuatan atau pemugaran. Gedung dengan kamar operasi yang lebih dari 30 tahun tidak mempunyai kemampuan mendukung teknologi yang lebih baru dengan pemugaran ruang dan teknologi dan kemampuan listrik. Arsitek, administrator, dan perancang kamar operasi seharusnya  mengikuti beberapa konsep dalam merencanakan yang layout fisik dan pembuatan kamar operasi:

1.       Perencanaan Strategis.

a.     Hindari semaksimal mungkin gangguan terhadap petugas diruangan.

b.     Libatkan petugas ruangan dalam tahap perencanaan semaksimal mungkin.

c.      Selesaian secepat mungkin dengan tidak membahayakan keamanan atau keselamatan  pasien, staf, dan petugas perancang.

d.    Tekan biaya dengan perencanaan kedepan. Jangan ganti bahan yang murah untuk bahan awet. Itu hanya akan berharga tinggi untuk mengganti dikemudian hari. Selalu ikuti spesifikasi rencana dan pabrik.

e.     Rencanakann proyek dalam tahap-tahap, selesaikan masing-masing bidang sebelum mulai yang berikutnya.

f.      Kurangi pesanan persediaan selama penggunaan, pada pasien hanya untuk yang diperlukan untuk prosedur segera. Inventaris penyimpanan akan menjadi persoalan sewaktu proyek terungkap.

g.      Putuskan penggantian untuk perlengkapan saat ini yang digunakan. Kadang-kadang secara keuangan lebih baik membeli dalam jumlah besar atau banyak daripada untuk mengganti sesuatu pada suatu waktu. Transaksi bisa dibuat sesuai harga ketika merencanakan perlengkapan untuk ruangan baru. Lebih baik memasang perlengkapan dari luka garukan daripada untuk menambahkan nanti di biaya pembuatan tambahan/instalasi berharga.

h.     Rencanakan untuk menutup ruang tanpa terlalu banyak gangguan jika akan diperbarui.

i.        Tentukan keseimbangan perlengkapan yang pasti berlawanan dengan perlengkapan yang bisa berpindah-pindah untuk penggunaan di beberapa kamar.

j.       Tentukan kebutuhan untuk kamar yang didedikasikan seperti untuk endoscopy, cystoscopy, prosedur invasive secara minimal, tindakan radiologi, trauma, dan prosedur jantung.

2.       Perencanaan untuk menghadapi keadaan darurat.

a.    Tenaga, komunikasi, gas medis, system vakum, pembuangan gas buang, perawatan udara AC, air, dan kotoran yang tidak bisa dibiarkan. Rencana sebaiknya di tempatnya untuk menghitung beberapa pengurangan/pemotongan yang mendadak oleh petugas pembuatan. Legionella sudah bertambah besar selama fase pembuatan.

b.     Lindungi dengan perlengkapan monitoring dari pengaruh frekuensi radio yang disebabkan oleh mesin atau alat pembuatan.

c.      Rencanakan kemampuan dalam penghentian kerja pada suatu waktu bila diminta oleh ahli bedah selama pembedahan fase kritis.

3.       Tidak adanya pencemaran dari luar, kamar operasi sesuai dengan dengan pola lalu-lintas yang baik ke dan dari kamar operasi.

a.     Penghalang/rintangan harus di tempatkan di antara pekerjaan kamar operasi dan bagian dari kamar operasi yang sedang dibangun. Kayu atau panel kering sebagai  dinding sesementara yang ditutup di bagian pinggir dengan pipa isolasi bisa mencegah debu memasuki kamar operasi. Lapisan plastik tidak kokoh dan dengan mudah bisa ditusuk.

b.     Tekanan negatif harus dipelihara di ruangan dengan menyaring ke luar gedung.

c.      Pola lalu-lintas harus tidak terhalang oleh buangan kotoran. Aspergillosis sudah diisolasikan dari puing bangunan yang lebih tua. WC dan pembersihan tangan harus tersedia untuk pekerja.

d.     Pola lalu-lintas harus tak terhalang karena membawa masuk persediaan pembuatan dan bahan.  

4.       Pemisahan area bersih dari area pencemaran dalam ingkungan kamar operasi selama tahap pembangunan :

a.     Lalu-lintas pasien seharusnya dipisahkan dari lalu lintas pembuatan.

b.     Persediaan alat bersih dipindahkan di area terpisah dari persediaan pembuatan/pembangunan.

c.     Dekontaminasi biologis dan area pengolahan tetap berfungsi sepanjang waktu.

5.       Kontrol kebisingan.

a.    Pencemaran suara sebaiknya dijaga minimal ketika prosedur operasi sedang berlangsung atau banyak pasien yang sedang tidur.

b.   Getaran dari perlengkapan besar yang bertenaga seperti bor listrik bisa mengganggu prosedur mikroskopis atau prosedur pembedahan lain.

Pola fisik gedung dan pembuatan atau perencanaan lingkungan kamar operasi harus memperhatikan atau mempertimbangkan aktifitas pasien, petugas pemberi pelayanan, dan pemeliharaan lingkungan.

Jenis Desain Fisik Gedung

Kebanyakan tata letak kamar operasi dibuat sesuai variasi dari satu atau lebih empat dasar desain:

1.     Koridor sentral, atau rencana hotel.

2.     Inti pusat, atau rencana inti bersih dengan koridor pinggir.

3.     Kombinasi inti pusat dan koridor pinggir.

4.     Pengelompokkan, atau kelompok rencana dengan koridor tepi dan koridor pusat.

 

Masing-masing bentuk mempunyai keuntungan dan kerugiannya. Efisiensi berpengaruh bila jarak koridor terlalu panjang dalam perbandingan terhadap ruang lain, jika hubungan yang tak logis ada di antara ruangan dan fungsi, atau jika tidak cukup pertimbangan bisa dikorbankan untuk dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan, ruang alat atau bahan dan area petugas.

About these ads

17 Tanggapan

  1. tolong minta info tentang prosedur sterilisasi ruang operasi dan urutanya. sebaiknya foging dulu atau scab dulu

  2. standar bahan jas operasi dan doeknya donk..kalau bisa juga standar ukurannya..soalnya br mau bikin standar OK nih bror..

  3. Assalamu,alaikum……….

    maturnuwun infone pak lurah… hehhehhe
    lg mlaku-mlaku kiyelah…..

    Wassalam….

  4. Walaikum salam wr.wb……
    Piye kabare mas jabrik……Mlaku2 nang ngendi rika……..?
    Selamat mlaku2 yach…..?

  5. Mbak Ade…..kirimannya via emailnya udah nyampe kan…? ttg linen kamar operasi…
    Saya tunggu kabar selanjutnya………..

  6. Untuk sterilisasi OK yang utama adalah pembersihan secara manual (seperti pengepelan) dulu baru fogging. Tp saat ini fogging kurang begitu diminati karena efektifitasnya tidak sebanding dengan efek sampingnya. Yang cukup bagus sterilisasi ruang dengan ozon.
    Okey, sy tunggu kabar selanjutnya……………….

  7. salam kenal,
    saya mau tanya, pada ruang OK ada system pembuangan udara keluar melalui tembok, seperti exaust fan. Alat ini khusus atau bagaimana system kerjanya yg tepat pada ruang OK.
    trmkasih

  8. salam consul
    saya dari sipil kalau ruang ok (ruang bedah) harus pakai exaust fan apa engga . kalau pakai sistem filternya yang bagai mana.

  9. Salam konsul….. Kamar operasi yang standard menggunakan AC sentral(bukan split) karena tekanan di kamar operasinya harus positif. Sehingga sistemnya ada udara masuk dan ada udara keluar. Untuk kamar operasi juga menggunakan exaust fan yang letaknya terpisah dengan udara masuk, biasanya letaknya dibawah/diatas lantai sekitar 0,5 meter. Sistem filternya ada 2 : a. Filter sebelum udara masuk ke kamar operasi yang kita sebut dengan HEPA, biasanya alirannya laminar flow b. Filter di exhaust fan untuk menyaring udara buangan sebelum ke sentral. Sementara itu jawaban dari sy mudah2 bermanfaat. Terima kasih.

  10. Salam kenal…..maaf baru balas…… Pada ruang OK juga menggunakan sistem pembuangan udara atau exaust fan. Exaust fan ini biasanya terpisah dengan sistem udara masuk (standardnya AC Central bukan split) yang letaknya biasanya di atas lantai sekitar 0,5 meter. Kamar operasi yang standard tekanan di OK harus positif(kalo pintu dibuka udara luar tidak bisa masuk,, justru udara dalam yang keluar–>supaya tidak mengkontaminasi) dan udaranya disaring menggunakan HEPA Filter dan biasanya alirannya laminar flow. Okey itu jawaban dari sy, Thanks

  11. minta alamate web site yang ada gambar2 kamar operasi soale ni mau bangun ok baru yang standar internasioanl

  12. salam kenal, saya dari OK Cito RSUP di menado
    saya perlu bantuan tentang ilmu-ilmu di OK tentang
    tugas dan kewajiban dari masing personil dari loper, intrumen, asisten operator, operator, bahkan cleaning service.
    terima kasih sebelumnya

  13. Prinsip kamar operasi adalah bahwa ruangan didalam kamar operasi tidak boleh terkontaminasi dengan ruangan diluar kamaar operasi dengan kata lain ruangan diluar kamar operasi lebih kotor dibanding dengan dalam kamr operasi. hal ini berkebalikan dengan kamar isolasi. Dalam ac sentral tekanan sudah positif di AHU (apa itu AHU, coba deh tanya kebagian yang menagani AC cetral) diAHU sendiri terdapat 3 buah filter pre, medium dan back filter. baru dalam tiap ruangan ada HEPA filter (apa itu hepa filter coba ketik saja di google)
    Kalau diperhatikan exhause ada didalam kamar operasi (coba deh buka panduan membuat kamar operasi anda akan dapatkan kenapa perlu exhause dan kenapa ditaruk kira-kira ketinggian 30cm)coba mas abror ukur ketingian dari lantai. lha menurut mas abror fungsi dari exhause itu apa?bayangkan mas dengan suhu yang diminta dikamar operasi serendah itu……sadarkah anda konsekwensi suhu yang rendah tadi apa……ya kelembahanya tinggi (berapa sih syarat kelembaban udara di karmar operasi???? ada yang tahu). nah tahu ngak ac sentral ini terdapat heater yang berfungsi untuk menurunkan kelembaban udara. Dimana letaknya dan kapan dihidupkan, tahukah para penguna kamar operasi….?nah itu sebabnya ac dikamr operasi itu tidak semudah dihotel atau mall, yang hanya perlu dingin. kamar operasi dituntut syarat yang lebih tinggi kan??? apa hayoo……….

  14. asslmk pak Dokter, sy arsitek sedang desain rumah sakit. minta tolong foto sistem air buangan di ruang operasi ada pak.

    untuk membuang air kotor bekas operasinya itu kemana (alat buangannya apa) di daerah ternate saya lihat mereka pake kloset gimana itu dok?

    terimakasih sebelumnya.

    wassalamualaikum

    kalo tidak keberatan diemail ya dok.

    farouk_1919@yahoo.com

  15. terma kasih atas comment-nya, untuk pembuangan harus disediakan tempat khusus untuk pembuangan yg sering disebut dengan spoelhock. ini tempat pembuangan khususnya pembuangan limbah cair kamar operasi. apa yg anda sampaikan ttg kebiasaan buang limbah di wc merupakan suatu kesalahan. ini saja dulu dari sy smoga bermanfaat.

    abror shodiq

  16. Memang dalam merancang elemen RS,diperlukan kesesuaian dengan standar RS.bukan sebagai formalitas semata.Namun untuk menjaga keselamatan pasien.Jangan sampai pasien yang akan berobat.malah mengalami kecelakaan lebih parah akibat kesalahan kecil,pada bangunan

  17. saya sedang butuh vendor utk set up ruang operasi.bisa tolong dibantu?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: